Jamu
gendong adalah jamu hasil produksi rumahan (home industry). Yang cara
pemasarannya adalah memasukan hasil olahan jamu yang telah dibuat ke dalam
botol-botol yang kemudian disusun di dalam bakul. Untuk selanjutnya bakul
tersebut akan digendong oleh si penjual. Hingga disebutlah namanya menjadi jamu
gendong. Jamu ini dijual dengan cara berkeliling setiap hari. Jamu gendong pada
umumnya digunakan untuk maksud menjaga kesehatan. Orang membeli jamu gendong
seringkali karena kebiasaan mengonsumsi sebagai minuman kesehatan yang
dikonsumsi sehari-hari.
Penjualan
jenis dan jumlah jamu gendong sangat bervariasi untuk setiap penjaja. Hal
tersebut tergantung pada kebiasaan yang mereka pelajari dari pengalaman tentang
jamu apa yang diminati serta pesanan yang diminta oleh pelanggan. Setiap hari
jumlah dan jenis jamu yang dijajakan tidak selalu sama, tergantung kebiasaan
dan kebutuhan konsumen. Setelah dilakukan pendataan[butuh rujukan], diperoleh
informasi bahwa jenis jamu yang biasa dijual ada delapan, yaitu beras kencur, cabe
puyang, kudu laos, kunci suruh, uyup-uyup/gepyokan, kunir asam, pahitan, dan
sinom. Terkadang penjual jamu gendong juga menyediakan jamu bubuk atau pil dan
kapsul hasil produksi industri jamu.
Jika
jamu yang dibuat menggunakan pemanis, pembuat jamu akan menggunakan gula jawa,
gula pasir, atau gula batu (bentuk kristal besar menyerupai bongkahan batu).
Penggunaan gula asli ini merupakan keharusan bagi penjual jamu dengan alasan
kesehatan. Jamu yang menggunakan pemanis buatan artinya menyalahi aturan dan menyimpang
dari tujuan pembuatan jamu, yaitu untuk menyehatkan dan menjaga kesehatan
badan.
Jamu
bubuk kemasan atau bubuk jamu yang dibuat gumpalan adonan diminum dengan cara
diseduh air panas atau dengan jamu lain oleh penjual jamu gendong. Penyeduhan
dengan jamu lain tidak sembarangan. Jamu batuk tepat bila dicampur dengan jamu
beras kencur. Jamu pegal linu lebih tepat dicampur dengan kudu laos, madu, atau
kuning telur. Sedangkan jamu sinom atau kunir asam dicampur dengan jeruk nipis
sebagai penyegar rasa.
Penjualan
jamu gendong jika akan minum jamu kadang bertanya terlebih dahulu kepada calon
pembeli tentang obat-obatan atau makanan tertentu. Hal ini disebabkan reaksi
yang mungkin timbul antara jamu dengan zat dalam obat atau makanan, seperti
minuman bersoda atau obat doping. Jika hal ini dilanggar bisa menimbulkan
keracunan bahkan bisa menimbulkan kematian bagi pelaku. Sebaiknya jika minum
sudah obat tidak minum jamu, demikian juga sebaliknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar